Referensi

Kurikulum Pesantren Transformatif: Kerangka Ekosistemik untuk Integrasi Keilmuan, Inovasi, dan Penjaminan Mutu Pendidikan Islam

Penulis

 Dr. Manshuruddin, S.Pd.I., M.A 

Editor
:
Dr. Hadi Saputra Panggabean, S.Pd.I., M.Pd
Cover & Tata Letak
:
Ainiel Riany Putri
Jumlah Halaman
:
719 Halaman
ISBN
:
Tanggal Publikasi
:
2026-08-21

Harga

EBook
Rp.
Buku
Rp.
Beli Sekarang
Pesantren merupakan salah satu bentuk pendidikan Islam yang berkembang melalui hubungan panjang antara tradisi keilmuan, kehidupan komunal, kepemimpinan, masyarakat, dan perubahan sosial. Keberlanjutannya tidak menunjukkan bahwa pesantren berada di luar perubahan. Sebaliknya, sejarah pesantren memperlihatkan kemampuan untuk mempertahankan unsur-unsur penting tradisi sekaligus menyeleksi, mengadaptasi, dan mengembangkan bentuk pendidikan sesuai dengan kebutuhan zamannya. Karena itu, pembicaraan mengenai transformasi pesantren perlu dimulai dengan memahami karakter, genealogi, keragaman, serta posisi kelembagaannya sebelum menentukan arah perubahan yang diperlukan. 

Bab ini menjadi landasan bagi pembahasan seluruh buku dengan menempatkan pesantren sebagai ekosistem pendidikan Islam. Pembahasan dimulai dari hubungan antarelemen yang membentuk pengalaman pendidikan, kemudian menelusuri genealogi dan dinamika historis, keragaman serta tipologi pesantren, kedudukannya dalam sistem pendidikan nasional, dan berbagai tantangan kontemporer yang memengaruhi pengembangan kurikulum. Pembacaan tersebut diperlukan agar transformasi tidak direduksi menjadi penambahan program, modernisasi fasilitas, atau penggunaan teknologi, tetapi dipahami sebagai upaya memperbaiki kualitas pendidikan tanpa kehilangan 1 identitas, kedalaman keilmuan, dan tanggung jawab sosial pesantren

Pesantren tidak cukup dipahami sebagai sekolah agama yang menyediakan asrama bagi santri. Cara pandang semacam itu hanya menangkap unsur yang tampak, tetapi belum menjelaskan bagaimana pendidikan sebenarnya berlangsung. Dhofier (1982) mengidentifikasi kiai, santri, pondok, masjid, dan pengajaran kitab Islam klasik sebagai unsur penting tradisi pesantren. Mastuhu (1994) memperluas pembacaan tersebut dengan menunjukkan bahwa tujuan, nilai, kepemimpinan, proses belajar, dan pola kehidupan bekerja sebagai suatu sistem pendidikan. Sementara itu, Ziemek (1986) memperlihatkan kuatnya keterhubungan pesantren dengan masyarakat dan perubahan sosial. Ketiga perspektif tersebut menunjukkan satu hal penting: karakter pendidikan pesantren tidak terletak pada keberadaan unsur-unsurnya secara terpisah, tetapi pada hubungan yang terbentuk di antara unsur tersebut.
Kategori Buku
:
Referensi
Cetakan
:
Penerbit
:
Tri Selaras Cendekia
Tahun Terbit
:
2026
Kertas
:
UNESCO
Ukuran
:
15.5 x 23 cm
Produk Tags
:
Pendidikan

Buku Terkait

Temukan Ilmu dan Inspirasi Baru